Dulu Dapurnya Penuh Tambalan, Intip Megahnya Rumah Baru Zohri yang Luas Tanahnya Saja 500 Meter!


Yuk, intip megahnya rumah baru Lalu Zohri yang akhirnya selesai direnovasi.

Luas tanahnya saja 500 meter dan akhirnya kini dilengkapi dapur yang layak.

g

Masih ingat dengan sosok Lalu Muhammad Zohri?

Pelari asal NTB ini jadi terkenal setelah menjadi juara dunia lari 100 meter IAAF U20 tahun 2018 di Finlandia lalu.

Namun saat itu, latar belakang Lalu Zohri juga menyita perhatian publik.

Pasalnya, Zohri ternyata datang dari keluarga yang sangat sederhana.

Bahkan, rumah Zohri yang berada di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, boleh dikategorikan tidak layak huni.

Rumah masa kecil Zohri itu berdinding kayu dan lantainya pun bukan lantai keramik.

Berikut beberapa fotonya,

1. Tampilan luar rumah Lalu dengan tembok kayu dan anyaman bambu.


Rumah Lalu Zohri

2. Di dalam rumah sederhana itu, hanya ada satu dipan dan sebuah lemari dengan baju yang tak lagi berpintu. Bahkan, temboknya pun sudah penuh tambalan Koran.


Rumah Zohri Penuh Tambalan Koran

3. Lalu hanya tinggal berdua dengan sang kakak, Fazilah. Terlihat mereka hanya tidur berlas karpet dan kasur gulung usang.


Kakak kandung Lalu Muhammad Zohri, Fazilah merapikan tempat tidur

4. Tak ada dapur di dalam rumah. Hanya ada meja dan rak berisi aneka peralatan makan. Ruangan ini pun menjadi satu dengan ruang tidur.


Sang Kakak Memegang Medali Zohri

5. Peralatan masak dan makan yang dimiliki pun sungguh sangat sederhana‎‎.


Peralatan Masak di Rumah Zohri

Atap rumahnya juga sudah rapuh, bahkan lemari untuk menaruh baju terlihat seadanya.

Seperti itu gambaran rumah Zohri yang foto-fotonya viral di media sosial tahun 2018 lalu usai ia menjadi juara dunia.

Kondisi Rumah Zohri Setelah Direnovasi

Berkat prestasinya, pemerintah dan banyak pihak pun memberikan penghargaan kepada anak bangsa berprestasi ini salah satunya dengan memperbaiki rumah Zohri.

Zohri berpesan, rumah tersebut boleh direnovasi asal tidak mengubah bentuknya.

Bukan tanpa alasan, rumah itu adalah rumah peninggalan orangtuanya dan memiliki kenangan yang tak akan terlupakan.

“Kami sudah sepakat tak akan mengubah rumah peninggalan orang tua kami. Rumah ini memiliki sejarah yang tak akan terlupakan. Kami minta diperbaiki, dinding-dinding rumah yang lapuk diganti dengan papan-papan baru,” kata Fazilla, kakak sulung Zohri kepada Kompas.com, Jumat (13/7/2018), lalu.

“Biarkan sudah menjadi kenangan masa-masa sulit adik saya...Kami sempat bicara dan kita sepakati ini rumah tetap berdiri dengan bantuan renovasi, tanpa mengubah bentuk dan ukurannya,” kata Fazilla.

Setahun berselang, kini rumah masa kecil Zohri sudah selesai direnovasi.

Melansir Kompas.com, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan renovasi rumah lama yang dilakukan bersama dengan TNI dan POLRI.

Renovasi rumah Zohri tersebut menghabiskan total biaya sebesar Rp30 juta.

Seperti pesan Zohri agar bentuknya tidak diubah, konsep renovasi mengikuti desain awal yakni fondasi batu kali menerus dengan sloof untuk konstruksi tahan gempa dan konstruksi kayu kelas I finishing plitur Kalimantan.

"Pihak keluarga Zohri ingin desain rumah tetap dipertahankan karena rumah tersebut memiliki banyak memori," ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu(18/5/2019).


Rumah baru Lalu Muhammad Zohri.

Dinding, atap, serta lantainya telah diganti tetapi tetap mempertahankan nuansa sebelumnya.

Rumah berukuran 5x7 meter itu dilengkapi lantai keramik, dan plafon triplek setebal 6 milimeter.
Rumah Zohri setelah direnovasi.

Ruangan dalam rumah itu terbagi untuk ruang tamu, satu kamar tidur, dapur kecil, dan kamar mandi.

Hunian sederhana itu juga dilengkapi dengan perabot berupa lemari, kursi, dan tempat tidur yang merupakan sumbangan dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).
Rumah Zohri setelah direnovasi

Selain merenovasi rumah lama Zohri, Kementerian PUPR bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara juga membangun rumah baru lain untuk Zohri.


Rumah lain Zohri itu dibangun di atas lahan seluas 500 meter persegi.

Lokasinya hanya berjarak sekitar 1,5 km dari rumah lama Zohri yang direnovasi.

Rumah yang dibangun seluas 60 meter persegi itu terdiri dari halaman depan dan samping, ruang tamu, dapur, toilet, dan tiga kamar tidur.

Selain itu, bangunan rumah dilengkapi dengan prasarana, sarana dan utilitas (PSU)/landscape, pagar keliling, serta bangunan pelengkap.


Perlengkapan dapur di rumah Lalu Muhammad Zohri setelah direnovasi.

Pembangunan rumah Zohri itu dikerjakan oleh kontraktor CV Rekan Utama pada bulan Oktober hingga selesai pada Desember 2018.

Total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp591 juta di mana dana diambil dari APBN tahun 2018.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel